“UHPFRC” : beton berdaya tahan tinggi terhadap bom aksi terorisme.

lll

Tragedi 911 yang meruntuhkan pencakar langit WTC yang menjadi salah satu simbol kota meteropolitan NYc hingga rata dengan muka bumi tanpa diragukan siapa pun menimbulkan dampak tersendiri bagi dunia perancangan bangunan dalam rupa desain yang berawal dari meja gambar arsitek hingga pada dunia kontruksi sebagai bidang akhir guna merealisasikan bangunan bertingkat tinggi hingga menjulang menembus ketinggian cakrawala. Salah satu diantara bidang keilmuan yang menjadi terggugah yakni upaya penelitian guna menghasilkan material bangunan yang lebih tahan berlipat ganda terhadap ledakan bom dari ulah terorisme. “UHPFRC” : Ultra High Performance Fiber Reinforced Concrete adalah salah satu karya temuan kelompok peneliti Universitas Liverpool pimpinan Professor Steve Millard yang diketengahkan guna mendapatkan jenis material beton yang akan lebih mampu menahan daya impak ledakan bom. Suatu bangunan dengan berbahan material beton jenis baru ini pun diperkirakan dapat lebih terhindarkan dari keruntuhan bangunan dengan seketika runtuh total seperti yang sekarang sering terjadi pada banyak bangunan korban aksi pemboman terorisme global. Dalam hal mana sering kali berakibat tertimbunnya korban dibawah puing-puing bangunan menyebabkan banyaknya hilang nyawa para korban berhubung sedemikian kecilnya peluang lolos dari kesempatan diselamatkan regu penolong berhubung formasi reruntuhan yang berujud luluh lantak demikian. Beton UHPFRC memiliki karakteristik istimewa yakni dalam ketahanan tekuk dinamis : “dynamic bending capabilities” yang berarti material hanya akan lebih sedikit / kecil dalam melontarkan pecahan-pecahan seukuran kerikil —istilahnya “shrapnel”— sebagai impak daya ledakan bom eksplosifitas tinggi pada lempengan beton yang lazimnya berkarakteristik solid namun sekaligus getas. Dalam rekayasa beton UHPFRC disisipkan penambahan ekstra jalinan tipis berlapis “needle-thin steel fibers” sebagai ganti upaya yang biasa dilakukan yakni dengan memperkuat konfigurasi lembaran baja tulangan beton semata-mata. Prof. Steve Millard berujar meyakinkan, bahwa kelompok penelitiannya telah melaksanakan serangkaian uji test bom ledakan berulang kali guna memperbaiki kekuatan beton rekayasanya dalam segi kekuatan tekuk dinamis beton dan peningkatan kapasitas menyerap energi eksplosif daya ledak bom. Catatan hasil eksperimen UHPFRC mampu meningkatkan kekuatan tekan dan tarik hingga 500% lebih kuat dari pada beton konvensional. Sedangkan untuk karakteristik material dalam meyerap energi daya impak ledakan bom kemampuan penyerapan meningkat hingga: 1000 kali lipat dibanding beton standard. Prof. Millard lebih lanjut mengimbuhkan, bahwa kini banyak landmark pusat parawisata kota di London yang diberi perlindungan susunan beton guna mengantisipasi bahaya aksi bom teroris, namun material beton pengaman ekstra ini tidak terbuat dengan komposisi tepat yang berfungsi sesuai untuk menyerap energi ledakan guna menghindari terjadinya dampak paling fatal dari suatu ledakan bom yakni lontaran “shrapnel” yang sungguh-sungguh berujung akhir yang mematikan para korban dalam gedung yang runtuh total. Hingga saat ini walau riset Prof. Millard dkk dilaksanakan di Negeri Inggris namun penerapan pertama kali secara resmi dengan memuaskan justru diselesaikan dalam pembangunan struktur kontruksi atap suatu bangunan di Negeri Australia. Dalam rencana berikutnya beton UHPFRC dalam rencana akan segera diterapkan pada sejumlah bangunan proyek Pemerintah di Inggris.

bom

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.